HELLOIDN.COM – PDI Perjuangan mengungkapkan alasan bahwa Megawati Soekarnoputri memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres), bukan Puan Maharani.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menjelaskan mengenai masalah tersebut.
Padahal sebelum keputusan capres PDIP, kata Djarot Saiful Hidayat, nama Puan Maharani juga mencuat sebagai calon kuat bakal capres partai itu.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Skandal Korupsi IIM: KPK Beraksi di Bogor, Temukan Dokumen Penting
Jasa Siaran Pers Persriliscom Melayani Publikasi ke Lebih dari 150 Media Online Berbagai Segmentasi
Lebih dari 200 Demonstran Bentrok dengan Garda Nasional di LA, Gas Air Mata Dilepaskan Brutal

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, Megawati melakukan analisis panjang sebelum memutuskan nama Ganjar Pranowo.
Djarot Saiful Hidayat menjelaskan akhirnya Megawati Soekarnoputri memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).
Baca artikel lainnya di sini : Sapu Langit Digital Melayani Jasa Pembuatan Media Online yang Berkualitas dengan Paket Hemat
Baca Juga:
Dari Sahabat ke Pemimpin: Prabowo dan Anwar Perkuat Hubungan di ASEAN
Kejaksaan Agung Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Sritex Senilai Lebih dari Rp3,5 Triliun
Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih Ditentukan oleh Dukungan BUMN, Ini Strategi Pemerintah
Menurut Djarot Saiful Hidayat, Megawati Soekarnoputri memilih Ganjar Pranowo karena tidak mementingkan dirinya sendiri dan keluarganya.
“Kenapa harus Ganjar? Ibu Mega sudah melewati satu masa, satu fase beliau tidak mementingkan dirinya sendiri dan keluarganya.”
“Beliau sudah selesai dengan dirinya sendiri. Yang dipentingkan adalah bagaimana masa depan bangsa kita ini,” kata Djarot di Ganjar Center, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2022.
“Ganjar Pranowo itu merintis dari sangat bawah, beliau juga ikut pertama kali di dalam membangun membentuk dan mengisi sekolah partai.”
“Kaderisasi, kemudian ditugaskan di DPR, ini semua penugasan itu dievaluasi terus-menerus,“ ujarnya.
Menurut dia, Ganjar dipilih tidak secara instan, tetapi telah melewati kaderisasi yang cukup panjang dan lama.***








