HELLOIDN.COM – Menteri Pertahanan yang juga Calon Presiden Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto menyatakan kesejahteraan di Indonesia harus merata.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam kesempatannya berpidato dalam acara Dialog Publik Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11/2023).
Prabowo menceritakan saat dirinya tanya jawab dengan Dubes Jepang di sebuah forum di mana Prabowo mendapat pertanyaan soal perdagangan global.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Skandal Korupsi IIM: KPK Beraksi di Bogor, Temukan Dokumen Penting
Jasa Siaran Pers Persriliscom Melayani Publikasi ke Lebih dari 150 Media Online Berbagai Segmentasi
Lebih dari 200 Demonstran Bentrok dengan Garda Nasional di LA, Gas Air Mata Dilepaskan Brutal

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan ia menjawab pertanyaan itu dengan harus adanya level playing field yang setara dan adil antar negara.
“Dan saya cerita [kepada Dubes Jepang] saya lihat dengan mata saya sendiri, ada seorang bapak-bapak usia 70 tahun masih narik becak.”
Baca artikel lainnya di sini: Sepakat dengan Cak Imin Soal Pemilu, Prabowo Subianto: Dapat Kawan Baru, Jangan Dilupakan Kawan Lama
Baca Juga:
Dari Sahabat ke Pemimpin: Prabowo dan Anwar Perkuat Hubungan di ASEAN
Kejaksaan Agung Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Sritex Senilai Lebih dari Rp3,5 Triliun
Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih Ditentukan oleh Dukungan BUMN, Ini Strategi Pemerintah
“Saya tanya do you know what the becak is? 70 tahun narik becak, luar biasa, saya mau nangis,” ujar Prabowo.
“Tidak boleh di negara merdeka sekian puluh tahun rakyat kita harus narik becak 70 tahun, tidak boleh.” lanjutnya.
“Malu, malu. Saya sebagai mantan jenderal malu. Saya sampaikan ke duta besar Jepang.” kata Prabowo.
Untuk itu, Prabowo berikrar akan cita-citanya jika ditakdirkan terpilih menjadi Presiden RI ke-8 ingin rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera.
Salah satu untuk mencapainya adalah dengan kebijakan hilirisasi untuk bisa memproduksi bahan mentah di Indonesia agar tercipta lapangan kerja dan kesejahteraan untuk rakyat.
“Saya sampaikan ke Dubes Jepang, saya hormat kagum sama Jepang, tapi maaf, kita tidak bisa jual murah gelondongan,” tuturnya.***










