Prabowo Kokoh Duduki Puncak Teratas 40,9 Persen, Elektabilitas Ganjar dan Anies Berada di Bawahnya

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 7 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bersama Masyarakat. (Facbook.com/@Prabowo Subianto)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bersama Masyarakat. (Facbook.com/@Prabowo Subianto)

HELLOIDN.COM – Elektabilitas kandidat Calon Presiden berdasarkan hasil survei LSN (Lembaga Survei Nasional) Prabowo Subianto tetap kokoh di puncak survei ketimbang Ganjar Pranowo dan Anis Baswedan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Hasilnya, dominasi Prabowo Subianto atas para kompetitornya tetap signifikan apabila pilpres hanya diikuti tiga capres.

“Sebanyak 40,9% responden mengaku memilih Prabowo, kemudian 33,1% menyatakan memilih Ganjar dan 22,2% menjatuhkan pilihan pada Anies.”

“Sementara, sebanyak 3,8% responden belum punya pilihan (undecided),” papar Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry, melalui virtual Zoom, Jumat, 6 Oktober 2023.

“Data ini menegaskan bahwa kendati elektabilitas Ganjar sedikit mengalami kenaikan, namun Prabowo tetap teratas,” imbuhnya.

Baca artikel lainnya di sini: Lampaui Ganjar dan Anies, Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo Subianto Capai Hampir 40 Persen

Mengapa Elektabilitas Prabowo Subianto masih dominan dalam Survei LSN, setidaknya dijabarkan karena ada tiga faktor utama.

Pertama, faktor Presiden Jokowi masih merupakan variabel yang tak bisa dibantah sebagai penyebab utama sulitnya Ganjar mengerjar Elektabilitas Prabowo.

“Bagian terbesar publik atau 48,5% responden meyakini bahwa bacapres yang akan mendapatkan Endorsement dari Presiden Jokowi untuk menjadi Presiden RI 2024-2029 adalah Prabowo Subianto.” jelas Gema

Kemudian, bergabungnya Partai Demokrat dan semakin mantapnya dukungan dari partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) berefek positif bagi kokohnya elektabilitas bacapres Prabowo Subianto.

“Pemilih Partai Demokrat pada bulan Juli 2023 yang mendukung Prabowo baru 32,8%, namun setelah resmi bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo meningkat menjadi 42,8%.” terang Gema.

Faktor ketiga, keberhasilan kubu Prabowo Subianto membangun strategi inklusif untuk menampung dan mempersatukan seluruh komponen bangsa juga menjadi faktor penentu.

“Kini semua orang, semua unsur masyarakat maupun kekuatan politik seakan-akan merasa nyaman bersama Prabowo.”

“Prabowo tidak lagi menjadi common enemy seperti pada Pilpres 2019.” lanjutnya.

Periode survei LSN ini dilakukan pada periode 20-30 september 2023 di 38 provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

Jumlah sampel sebanyak 1420 responsen diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara angkat bertingkat (Multistage Random Sampling).

Adapun, Margin of Error kurang lebih 2,6% pada tingkat kepercayaan (Level of Confidence) sebesar 95%.***

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

RUU KUHAP Dikritik KPK karena Dinilai Tak Akui Kekhususan Penanganan Korupsi
Bukti Baru Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Diserahkan TPUA ke Polisi
Jokowi Tak Akan Rebut Kursi PSI dari Kaesang, Fokus ke Regenerasi
Resuffle Kabinet Merah Putih? Tidak! Presiden Prabowo Subianto Pilih Pertahankan Tim Menteri yang Kompak
Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat, KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi
Koordinator Ayo Selamatkan Indonesia (ASI) Dukung Penuh Pernyataan Sikap Purnawirawan TNI/Polri
Jabatan Putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Digeser Panglima TNI dari Jabatan Pangkogabwilhan I
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik

Berita Terkait

Jumat, 18 Juli 2025 - 06:38 WIB

RUU KUHAP Dikritik KPK karena Dinilai Tak Akui Kekhususan Penanganan Korupsi

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:41 WIB

Bukti Baru Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Diserahkan TPUA ke Polisi

Senin, 23 Juni 2025 - 19:05 WIB

Jokowi Tak Akan Rebut Kursi PSI dari Kaesang, Fokus ke Regenerasi

Sabtu, 14 Juni 2025 - 06:11 WIB

Resuffle Kabinet Merah Putih? Tidak! Presiden Prabowo Subianto Pilih Pertahankan Tim Menteri yang Kompak

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:28 WIB

Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat, KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi

Berita Terbaru