HELLOIDN.COM – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi soal kedekatan Presiden RI Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto
Hal itu saat wartawan menyoroti mengenai kedekatan Presiden RI Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hal tersebut merupakan hal yang biasa.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Diplomasi Kilat Prabowo di Tiongkok: 8 Jam Bertemu Dua Pemimpin Dunia
Dari Sahabat ke Pemimpin: Prabowo dan Anwar Perkuat Hubungan di ASEAN

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, kedekatan itu sebagai hubungan antara presiden dan menterinya.
Dalam hal ini, Prabowo Subianto juga merupakan seorang Menteri Pertahanan RI.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Prabowo Subianto akan Dapatkan Endorsement dari Presiden Jokowi untuk Calon Presiden 2024-2029
Baca Juga:
Pendiri Microsoft Bill Gates Terima Bintang Kehormatan, Presiden Prabowo Subianto Ungkap Alasannya
Bangun Keercayaan Publik dan Jaga Stabilitas Poliitik Jadi Tantangan bagi Pemerintahan Prabowo
Daftar 19 Konglomerat Korsel yang Diterima Presiden Prabowo, Total Investasinya 15,4 Miliar Dolar AS
“Ya, namanya presiden harus lengket dengan menterinya,” kata Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juli 2023.
“Presiden harus satu padu dengan menterinya yang menjabarkan kebijakan dari seorang presiden,” jelas Hasto Kristiyanto.
Tidak hanya itu, Hasto Kristiyanto melihat hanya menteri yang melakukan tindak pidana korupsi yang tidak dekat dengan presidennya.
“Kecuali melakukan tindakan pidana korupsi, kecuali melakukan pengadaan dengan cara-cara yang tidak sesuai.”
“Itu baru tidak lengket karena itu kepentingan pribadi yang bekerja,” tambah Hasto Kristiyanto.
Meski begitu, Hasto Kristiyanto menyampaikan PDIP tidak mempermasalahkan presiden dekat dengan menteri.
Hasto Kristiyanto mmenilai seorang calon presiden harus memiliki visi ke depan dengan memberikan gagasan terbaik.
Dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat bukan malah menempel seperti prangko.
“Pilpres itu setiap calon pemimpin memberikan gagasan-gagasan terbaik bagi bangsa dan negara.”
“Bagaimana menyelesaikan masalah rakyat, bagaimana membangun masa depan, bukan nempel seperti prangko,” kata Hasto Kristiyanto.***












