Tak Didukung Surat Kuasa yang Sah, Partai Demokrat Sebut PK Kubu Moeldoko Tak Punya Legal Standing

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 13 April 2023 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HELLO.ID – Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat Mehbob mengatakan bahwa Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang diajukan oleh kubu Moeldoko tidak memiliki legal standing karena tidak berdasarkan surat kuasa yang sah.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

\”PK KSP Moeldoko tidak punya legal standing karena tidak berdasarkan surat kuasa yang sah. Ini yang menjadi perhatian saya,\” kata Mehbob saat konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu 12 Aril 2023.

Mehbob mengatakan PK yang diajukan oleh Moeldoko tidak mempunyai legal standing karena berdasarkan surat kuasa yang sudah tidak berlaku lagi.

\”Karena surat kuasa itu sudah tidak berlaku lagi dengan dicoretnya tanggal, dan itu yang terdaftar resmi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),\” ujarnya.

Baca artikel penting lainnya di media online Hallotangsel.com – salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa Moeldoko melalui kuasa hukumnya memasukkan PK per tanggal 3 Maret 2023 berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 6 Oktober 2022.

\”Moeldoko dalam memasukkan PK tertanggal 3 Maret itu berdasarkan surat kuasa khusus per 6 Oktober 2022.\”

\”Ini surat kuasa yang didaftarkan yaitu tanggal 3 Maret, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN,\” ujarnya.

Namun, lanjut dia, pihak pengacara Moeldoko menganulir surat kuasa tersebut menjadi tertanggal 2 Maret 2023.

\”Ini permohonan PK berdasarkan surat kuasa 6 Oktober 2022. Kemudian, malah kita mengacu pada surat kuasa itu sudah benar 6 Oktober 2022.

Kemudian dicoret oleh lawyer mereka menjadi tanggal 2 Maret 2023,\” ucapnya.

Ia lantas berkata, \”Sehingga bertentangan antara surat kuasa dengan permohonan PK, di mana PK itu 2 Maret 2023,\” tuturnya.

Untuk itu, ujarnya lagi, wajar apabila Moeldoko mengaku tidak mengetahui soal upaya PK terhadap putusan MA yang menolak kasasi yang dia ajukan soal Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

\”Sehingga memori PK ini tanpa berdasarkan surat kuasa dari Moeldoko. Jadi ini inisiatif lawyernya. Jadi kalau Moeldoko bilang enggak ngerti PK, ya mahfum.\”

\”Kecuali dia lupa sudah pernah memberikan kuasa pada 6 Oktober 2022 kemudian surat kuasa itu disuruh pending,\” terangnya.

Mehbob pun berharap PK yang diajukan oleh kubu Moeldoko ditolak oleh MA karena tidak memiliki legal standing.

\”Jadi sudah sewajarnya PK ini mesti ditolak karena tidak punya legal standing dari PK ini dari Moeldoko atau Johnny Allen,\” ucapnya.

Sebelumnya, Senin (3/4), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku tidak mengetahui soal upaya PK terhadap putusan MA yang menolak kasasi yang dia ajukan soal KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

\”Ora ngerti (tidak tahu) aku urusannya,\” kata Moeldoko di Gedung Krida Bakti, Jakarta, Senin. Azure development

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Kepala Staf Presiden Moeldoko telah mengajukan peninjauan kembali (PK) untuk putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kudeta Partai Demokrat.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

\”KSP Moeldoko mengajukan PK pada tanggal 3 Maret 2023,\” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan PK yang diajukan Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun di MA, untuk menguji putusan kasasi MA dengan Nomor Perkara No 487 K/TUN/2022, yang telah diputus pada tanggal 29 September 2022.***

Berita Terkait

Muncul Wacana Duet Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep di Pilkada DKI Jakarta, Ini Tanggapan
Kaesang Pangarep Dikabarkan Maju dalam Kontestasi Pilkada, Presiden Jokowi: Tugas Orang Tua Hanya Mendoakan
Kaesang Pangarep Menjadi Calon Gubernur Kedua Terpopuler di Pilkada Jawa Tengah, Setelah Raffi Ahmad
Ini Daftar Lengkap Pengurus hingga Tahun 2025 DPP DPIP, Megawati Lantik Ganjar dan Ahok Sebagai Pengurus
Pilkada Jakarta 2024, PDI Perjuangan Prioritaskan Usung Kader Partai Melalui Mekanisme Internal
Presiden Jokowi Dituding Cawe-cawe Tawarkan Kaesang dalam Pilkada Jakarta, Istana Beri Tanggapan
Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi Menangkan Pilkada 2024
Presiden Terpilih Prabowo Subianto Kumpulkan Tim Kuasa Hukum Usai Putusan MK, Ucapkan Terima Kasih
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Juni 2024 - 13:37 WIB

Momen Sportif dan Meriah: Turnamen Mini Soccer V PROPAMI 2024 di HUT Jakarta dan Bhayangkara

Jumat, 19 Januari 2024 - 17:11 WIB

Ini Strategi Andalan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia yang Malam Ini Berlaga Lawan Vietnam

Jumat, 29 Desember 2023 - 13:56 WIB

Menelusuri Keunggulan Terbaru Motor Suzuki: Temukan Performa Maksimal untuk Perjalanan Anda!

Jumat, 15 Desember 2023 - 10:21 WIB

Latihan di Aspire Academy, Qatar, Prabowo Subianto Bakal Kirim Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-20

Sabtu, 11 November 2023 - 09:48 WIB

Prabowo Subianto Bersama Jokowi dan Ibu Negara Kompak Saksikan Timnas U-17 di Surabaya

Kamis, 10 Agustus 2023 - 15:25 WIB

Agustus 2033 Ini, Tim FIFA Kembali Tinjau Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023

Selasa, 20 Juni 2023 - 19:01 WIB

Momen Akrab Prabowo Subianto Nonton Pertandingan Indonesia vs Argentina Bersama Jokowi dan Erick Thohir

Rabu, 17 Mei 2023 - 08:58 WIB

Bukan Hanya Merebut Medali Emas, Ini Kemenangan Indonesia Terbesar atas Thailand Sepanjang Sejarah

Berita Terbaru